Skip navigation

Walau tak dilahirkan dari sebiji daging
Tapi riak ilalangpun tak pernah mengenalnya
Takdir, pasti, regulasi lagi tapi apakah mungkin masih bisa kita tinggali?
Pentingkah berlumuri mencuci kutukan dengan caci?!

Rusakkan peradaban, membentangkan ubahan
Dingin pencaripun sulit untuk dipahami
Takdir mungkin demonstrasi lagi apa mungkinkah harus masih terus begini?

Tidak cukupkah, tambah semua beban menggayuti
Cekik siksik, cekik siksik, dan semua tersisih?.

Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari !!
Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari !!
Aku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak pernah bisa marah pada dirimu, Tuan!
Memang Ku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!

Hanya di pagi hari sibukkan kedamaian lalu di siang hari mengarak laut mati
Akhir hari dan tragedi lagi Apa mungkinkah masih terus harus begini?

Tidak cukupkah, tambah semua beban menggayuti
Cekik siksik, cekik siksik, dan semua tersisih?

Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari !!
Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari !!
Aku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak pernah bisa marah pada dirimu, Tuan!
Memang Ku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: