Skip navigation

Lesu waktu berlalu,
mataharipun seakan malu bagai bulan yang ragu,
ataukah hanya malas menunggu
“Perlukah aku esok terbit, untuk menyinari ?

Hari-hari kelabu. Mungkinkah tetap sama berlalu?”
Tolong rubahkanlah! Tolong geserkanlah!
Dan minyakpun mengering, lampu reduppun iringi aku
yang terduduk terkunci, di sela lapuknya kursi kayu

“Bagiku semua hari minggu. Masih tetap lalu!”
Bagai nyamuk yang bingung, apa yang masih mungkin kubangunkan
Tolong rubahlah! Tolong geserkanlah!
Hari-hari memanjang, sedang langkah tak ikut memuai.
Tubuh tak dapat meregang, bagai terpanggang di sudut palang
Dan bidukpun masih menunggu, tapi hidup harus laju
Apa yang kusambung? Apa yang masih dapat kusambung kembali!!??

Terdengar naif memang tak punya pilihan! Terdengar naif memang di luar sana!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: